Alat Makan Tembaga Mampu Menetralkan Racun dalam Tubuh
Sebuah unggahan di Facebook mengklaim alat makan berbahan tembaga memiliki sifat antiracun yang sengaja disembunyikan oleh industri modern. Poster tersebut menyebut penggunaan gelas atau wadah tembaga dapat membantu menetralkan racun dalam tubuh, mendukung fungsi hati, meningkatkan daya tahan tubuh, serta memberikan manfaat kesehatan lainnya. Narasi tersebut juga memberikan kesan bahwa penggunaan alat makan tembaga secara rutin dapat membantu tubuh melawan zat berbahaya dan menjaga kesehatan.
Klaim tersebut menyesatkan. Tembaga memang merupakan mineral yang dibutuhkan tubuh, tetapi tidak memiliki sifat antiracun seperti yang diklaim. Kebutuhan tembaga orang dewasa sekitar 0,9 miligram per hari dan umumnya dapat dipenuhi dari makanan. Sebaliknya, paparan tembaga secara berlebihan dapat menyebabkan mual, muntah, diare, nyeri perut, hingga kerusakan hati. Penggunaan wadah tembaga juga tidak dapat dianggap sebagai cara untuk “menetralisir racun” dalam tubuh. Selain itu, BPOM menegaskan bahwa bahan yang bersentuhan dengan pangan harus memenuhi persyaratan keamanan dan tidak melepaskan zat yang berisiko bagi kesehatan; aturan kemasan pangan yang berlaku saat ini adalah Peraturan BPOM Nomor 11 Tahun 2026. Kesimpulannya, tembaga bukan penawar racun dan penggunaan alat makan tembaga tidak terbukti dapat menetralisir racun dalam tubuh.