Virus Marburg Dapat Diaktifkan Melalui 5G
Sebuah unggahan di Facebook menyebarkan klaim bahwa virus Marburg dapat diaktifkan melalui jaringan 5G pada orang yang telah menerima vaksin Covid-19. Unggahan tersebut juga menyebut virus Marburg sebagai pandemi berikutnya yang paling mematikan, mengaitkannya dengan vaksin mRNA, serta mengklaim jutaan orang akan meninggal akibat aktivasi virus melalui sinyal 5G.
Fakta menunjukkan bahwa klaim tersebut tidak memiliki dasar ilmiah. Virus Marburg merupakan virus yang ditularkan melalui kontak dengan darah atau cairan tubuh orang maupun hewan yang terinfeksi, bukan melalui sinyal 5G atau vaksin Covid-19. Para ahli, termasuk epidemiolog dari Universitas George Mason, menegaskan bahwa vaksin mRNA tidak mengandung virus Marburg maupun komponen yang dapat diaktifkan oleh jaringan 5G. Organisasi kesehatan seperti WHO dan CDC juga menjelaskan bahwa tidak ada mekanisme biologis yang memungkinkan sinyal 5G mengaktifkan virus di dalam tubuh manusia. Kesimpulannya, klaim bahwa virus Marburg dapat diaktifkan melalui jaringan 5G pada orang yang telah divaksin adalah hoaks dan menyesatkan.