Dedi Mulyadi Minta Maaf karena Mendahului Presiden ke Nusa Tenggara Timur
Media sosial diramaikan dengan unggahan video yang memperlihatkan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi atau KDM sedang menangis dan menyampaikan permohonan maaf kepada Presiden Prabowo Subianto. Video tersebut disertai narasi bahwa Dedi Mulyadi meminta maaf karena dianggap mendahului Presiden dalam melakukan kunjungan ke Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk membantu korban gempa.
Penelusuran menemukan bahwa klaim tersebut adalah HOAKS. Video yang beredar merupakan potongan dari video lama yang diunggah di kanal YouTube KANG DEDI MULYADI CHANNEL pada Juni 2024. Dalam video aslinya, Dedi Mulyadi sedang berbicara mengenai kasus pembunuhan Vina Cirebon dan pertemuannya dengan Teguh Wijaya, bukan mengenai kunjungannya ke NTT. Dedi Mulyadi juga telah mengklarifikasi melalui akun media sosial resminya bahwa video tersebut tidak berkaitan dengan kunjungannya ke NTT. Meskipun kunjungan Dedi Mulyadi ke NTT untuk membantu korban gempa memang benar terjadi pada Agustus 2026, tidak ditemukan bukti bahwa dirinya meminta maaf kepada Presiden karena melakukan kunjungan tersebut. Kesimpulannya, klaim bahwa video tersebut memperlihatkan Dedi Mulyadi meminta maaf kepada Presiden karena mendahului kunjungan ke NTT adalah hoaks karena menggunakan potongan video lama yang memiliki konteks berbeda.