Klaim Vaksin Covid-19 Mengandung Grafena Oksida

  • Hoaks

Sebuah video yang beredar di Facebook mengklaim bahwa vaksin Covid-19 mengandung graphene oxide (grafena oksida) yang dapat bereaksi dengan frekuensi radio aktif 5G. Klaim tersebut menyebut reaksi itu dapat memicu berbagai gangguan kesehatan, seperti penggumpalan darah, serangan jantung, gangguan saraf, hingga miokarditis, serta disertai video yang diklaim sebagai bukti adanya reaksi graphene oxide di dalam tubuh.

Hasil pemeriksaan fakta menunjukkan bahwa klaim tersebut tidak benar. Video yang digunakan sebenarnya memperlihatkan fenomena bola baja yang dialiri listrik di dalam minyak kental, bukan reaksi graphene oxide dalam tubuh manusia maupun efek vaksin Covid-19. Selain itu, para ahli, Reuters, dan produsen vaksin seperti Pfizer telah menegaskan bahwa graphene oxide tidak termasuk dalam komposisi vaksin Covid-19 yang telah disetujui dan digunakan secara luas di dunia. Kesimpulannya, narasi yang mengaitkan vaksin Covid-19 dengan graphene oxide yang bereaksi terhadap sinyal 5G merupakan hoaks yang tidak didukung bukti ilmiah dan menggunakan video yang tidak berkaitan sebagai pendukung klaim.