Vaksin Sebabkan Radang Otak pada Bayi

  • Hoaks

Unggahan di media sosial mengklaim bahwa bayi berusia sembilan bulan di Bekasi mengalami radang otak akibat salah pemberian vaksin DPT saat seharusnya menerima vaksin campak. Narasi tersebut menyebut kesalahan penyuntikan vaksin menyebabkan bayi mengalami kejang hingga didiagnosis radang otak, sehingga memicu kekhawatiran masyarakat terhadap keamanan imunisasi.

Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa memang terjadi kesalahan pemberian vaksin DPT ganda pada bayi tersebut, namun tidak ditemukan hubungan sebab-akibat antara vaksin dengan kondisi radang otak yang dialami pasien. Kajian Komda KIPI Jawa Barat, Komnas KIPI, Kementerian Kesehatan, Dinas Kesehatan Kota Bekasi, serta Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menegaskan bahwa vaksin DPT tidak mengandung kuman hidup sehingga secara ilmiah tidak menyebabkan meningitis maupun ensefalitis. Kondisi bayi diduga berkaitan dengan infeksi yang telah ada sebelumnya, bukan akibat vaksinasi. Kesimpulannya, klaim bahwa salah pemberian vaksin DPT menyebabkan bayi mengalami radang otak merupakan informasi dengan konteks keliru (missing context).