Vaksin Dapat Merusak DNA dan Sistem Kekebalan Tubuh

  • Hoaks

Sebuah unggahan di media sosial mengklaim bahwa orang yang telah menerima vaksin COVID-19 lebih berisiko terinfeksi penyakit, bahkan meninggal dunia, dibandingkan mereka yang belum divaksin. Unggahan tersebut juga menyebut vaksin COVID-19 merupakan terapi gen eksperimental yang dapat merusak DNA serta sistem kekebalan tubuh secara permanen.

Hasil pemeriksaan fakta menunjukkan bahwa klaim tersebut tidak benar. Kementerian Kesehatan, WHO, UNICEF, serta para ahli menegaskan bahwa vaksin COVID-19, termasuk vaksin berbasis mRNA, tidak mengubah DNA manusia dan bukan merupakan terapi gen. Vaksin bekerja dengan merangsang sistem kekebalan tubuh untuk mengenali dan melawan virus, sementara molekul mRNA tidak memasuki inti sel maupun berinteraksi dengan materi genetik manusia. Hingga saat ini, tidak ada bukti ilmiah yang menunjukkan vaksin COVID-19 menyebabkan kerusakan DNA atau kelumpuhan sistem imun secara permanen. Kesimpulannya, klaim bahwa vaksin COVID-19 merusak DNA dan sistem kekebalan tubuh adalah hoaks dan bertentangan dengan bukti ilmiah yang telah diverifikasi oleh otoritas kesehatan dan para ahli.