Vaksin Covid-19 Menyebabkan Pelari dan Pendaki Tewas
Sejumlah unggahan di media sosial mengklaim bahwa orang yang telah menerima vaksin Covid-19, khususnya jenis mRNA dan adenovirus, sebaiknya menghindari aktivitas atau olahraga berat. Klaim tersebut mengaitkan kematian seorang pendaki di Bali dan seorang pelari di Bandung dengan efek vaksin yang disebut menyebabkan penggumpalan darah dan serangan jantung.
Hasil verifikasi menunjukkan tidak ada bukti yang mengaitkan kematian pendaki di Bali maupun pelari di Bandung dengan vaksin Covid-19. Pakar kesehatan menjelaskan bahwa efek samping serius vaksin, seperti miokarditis atau gangguan pembekuan darah yang sangat jarang terjadi, umumnya muncul dalam beberapa hari setelah vaksinasi, bukan bertahun-tahun kemudian. Penyebab kematian saat berolahraga harus ditentukan melalui pemeriksaan medis yang menyeluruh dan dapat dipengaruhi berbagai faktor, seperti penyakit jantung, dehidrasi, kelelahan, atau kondisi lingkungan. Kesimpulannya, klaim bahwa vaksin Covid-19 menyebabkan pendaki dan pelari tersebut meninggal serta membuat penerima vaksin harus menghindari olahraga berat adalah informasi yang keliru dan menyesatkan.