Vaksin Cacar Air Sebabkan Pandemi Shingles
Sebuah unggahan di media sosial mengklaim vaksin cacar air menyebabkan lonjakan kasus herpes zoster atau “pandemi shingles”. Narasi tersebut mengatasnamakan pernyataan Menteri Kesehatan Amerika Serikat Robert F. Kennedy Jr. dan mengutip penelitian Gary Goldman untuk menyebut bahwa vaksinasi massal cacar air justru memicu wabah herpes zoster di kemudian hari. Unggahan itu juga mengklaim Inggris menolak vaksin cacar air karena alasan serupa.
Klaim tersebut menyesatkan. WHO dan CDC menyatakan bahwa herpes zoster terjadi akibat reaktivasi virus varicella-zoster yang sebelumnya menyebabkan cacar air, dan risikonya lebih tinggi pada orang yang pernah mengalami infeksi cacar air secara alami. Sebaliknya, anak yang menerima vaksin varicella memiliki risiko herpes zoster lebih rendah dibandingkan anak yang pernah terinfeksi virus secara alami. Penelitian di California juga menunjukkan anak yang divaksinasi memiliki risiko herpes zoster sekitar 4–12 kali lebih rendah. Penelitian Gary Goldman tidak membuktikan bahwa vaksin varicella menyebabkan epidemi herpes zoster, melainkan membahas kemungkinan perubahan epidemiologi akibat berkurangnya paparan virus. Klaim bahwa Inggris menolak vaksin cacar air juga keliru karena Inggris justru mulai menerapkan vaksinasi varicella rutin pada anak sejak 1 Januari 2026 menggunakan vaksin kombinasi MMRV. Kesimpulannya, tidak ada bukti bahwa vaksin cacar air menyebabkan “pandemi shingles”; justru vaksinasi varicella terbukti menurunkan risiko herpes zoster pada anak.