Pesan Berantai soal Perampokan dengan Modus Teh Bius
Media sosial kembali diramaikan dengan pesan berantai yang mengimbau masyarakat mewaspadai modus perampokan melalui penawaran produk daun teh asal China. Dalam pesan tersebut disebutkan bahwa korban diminta menghirup aroma daun teh yang diklaim telah dicampur obat bius sehingga bisa langsung kehilangan kesadaran. Masyarakat pun diminta menyebarkan informasi tersebut sebagai bentuk peringatan.
Penelusuran menemukan bahwa narasi tersebut merupakan hoaks lama yang telah berulang kali beredar sejak 2012. Isu serupa pernah menyebar di Mataram dan Yogyakarta dengan mengatasnamakan kepolisian, namun telah dibantah oleh pihak berwenang yang menyatakan tidak pernah mengeluarkan imbauan maupun menerima laporan mengenai modus "teh bius" tersebut. Kesimpulannya, pesan berantai tentang perampokan menggunakan daun teh yang dicampur obat bius adalah hoaks yang kembali beredar dan tidak didukung bukti maupun keterangan resmi dari pihak berwenang.