Klaim 7.000 Nakes Terkena Hepatitis B karena Jarum Suntik
Sebuah unggahan di media sosial menampilkan narasi bahwa sekitar 7.000 tenaga kesehatan di Indonesia terinfeksi Hepatitis B akibat jarum suntik yang mereka gunakan sendiri. Narasi tersebut kemudian digunakan untuk mempertanyakan keamanan alat kesehatan dan memicu keraguan masyarakat terhadap layanan tenaga kesehatan. Unggahan itu juga menggunakan foto tenaga kesehatan yang sebenarnya merupakan dokumentasi vaksinasi COVID-19 di Wisma Atlet pada 2021, sehingga seolah-olah berkaitan dengan kasus Hepatitis B.
Faktanya, tenaga kesehatan memang termasuk kelompok yang berisiko lebih tinggi terpapar Hepatitis B karena pekerjaannya sering bersentuhan dengan darah dan cairan tubuh pasien. Namun, tidak ada keterangan resmi yang menyebut seluruh kasus Hepatitis B disebabkan oleh jarum suntik yang mereka gunakan sendiri. Angka 7.000 yang beredar merupakan data lama tahun 2014, di mana sekitar 4.900 kasus berkaitan dengan pajanan saat bekerja, sedangkan sekitar 2.100 lainnya berasal dari populasi umum. Kesimpulannya, klaim tersebut menyesatkan karena menggunakan data lama di luar konteks, menyederhanakan penyebab kasus, dan memakai foto yang tidak berkaitan dengan Hepatitis B.