Kemarau Bikin Waduk Dawuhan Madiun Menyusut

  • Fakta

Musim kemarau mulai berdampak pada ketersediaan air di Waduk Dawuhan, Kabupaten Madiun. Volume air waduk kini menyusut hingga sekitar 15 persen atau 520 ribu meter kubik dari kapasitas maksimal 3,9 juta meter kubik. Kondisi ini terjadi karena tidak ada lagi aliran air dari hulu, sementara cuaca panas meningkatkan penguapan. Akibatnya, distribusi air untuk irigasi mulai dibatasi dan saat ini hanya dapat mencakup sekitar lima desa dengan luas lahan pertanian 600 hektare.

Pengelola Waduk Dawuhan memastikan waduk tidak akan dikeringkan hingga habis meskipun volume air terus menyusut. Distribusi air untuk irigasi diperkirakan masih dilakukan sekitar 10 hari ke depan hingga volume mencapai sekitar 300 ribu meter kubik, kemudian pintu air akan ditutup. Sebagian air tetap dipertahankan untuk menjaga kondisi fisik dan keamanan tubuh bendungan agar tidak terlalu kering yang dapat meningkatkan risiko keretakan atau kerusakan struktur. Kesimpulannya, menyusutnya volume Waduk Dawuhan akibat kemarau tidak berarti waduk akan dikeringkan sampai titik nol karena sebagian air tetap disisakan untuk menjaga keamanan bendungan.