Imunisasi HPV Tidak Diperlukan karena Angka Kanker Serviks Diklaim Rendah
Sebuah video wawancara mantan Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari kembali dibagikan di media sosial dan membahas program vaksinasi Human Papillomavirus (HPV) bagi anak. Dalam video tersebut, Siti mengeklaim vaksin HPV tidak penting karena kasus kanker serviks di Indonesia disebut hanya sekitar 5 persen. Ia juga menyatakan anak laki-laki tidak perlu divaksin HPV karena tidak memiliki rahim serta mengeklaim vaksin HPV pada perempuan dapat menyebabkan kemandulan.
Klaim tersebut tidak sesuai dengan data dan bukti medis. Data Kementerian Kesehatan menunjukkan kanker serviks mencapai 17,2 persen dari total kasus kanker pada perempuan di Indonesia, jauh di atas angka 5 persen yang disebut dalam video. Vaksin HPV juga diberikan kepada anak laki-laki karena mereka tetap dapat terinfeksi dan menularkan HPV serta berisiko mengalami kanker terkait HPV. Selain itu, WHO dan CDC menyatakan tidak terdapat bukti yang menghubungkan vaksin HPV dengan gangguan reproduksi atau kemandulan. Kesimpulannya, klaim bahwa vaksin HPV tidak penting, tidak diperlukan bagi anak laki-laki, dan dapat menyebabkan kemandulan adalah informasi keliru.