Emas Pertama Indonesia di World Climbing Series

  • Fakta

Senin dini hari, 8 Juni 2026, nama Putra Tri Ramadani resmi masuk dalam catatan sejarah olahraga Indonesia. Pemanjat asal Jawa Timur yang akrab disapa Srondeng ini menjadi atlet Indonesia pertama yang meraih medali emas panjat tebing nomor lead di ajang World Climbing Series, kompetisi seri dunia bergengsi yang mempertemukan para pemanjat elite dari seluruh penjuru dunia. Di babak final yang digelar di Praha, Ceko, Putra tampil tanpa gentar. Ia bersaing melawan tujuh nama besar dunia, termasuk Sorato Anraku dan Neo Suzuki dari Jepang, serta Adam Ondra, legenda panjat tebing yang bermain di hadapan publiknya sendiri. Dengan skor akhir 43, Putra mengungguli semua pesaingnya dan berdiri kokoh di podium tertinggi.

Emas ini pastinya tidak datang begitu saja! September 2025, Putra sudah menembus final World Climbing Series di Koper, Slovenia, sebuah pencapaian luar biasa untuk debut finalnya di level dunia. Tapi saat itu ia hanya finis di peringkat enam dengan skor 40+. Bukan podium, tapi jelas bukan kekalahan biasa. Itu adalah pelajaran yang ia bawa pulang dan jadikan bahan latihan. Kurang dari setahun kemudian, Srondeng kembali dan kali ini ia pulang dengan emas. "Ini final kedua saya dan emas pertama, tentu sangat bahagia karena rute di final sangat sulit terutama di bagian atas sampai tangan saya pump," ujarnya. Bagi Putra, ini bukan titik akhir. Ia sadar masih banyak yang harus diasah, mulai dari orientasi jalur hingga mengelola rasa grogi. Tapi satu hal sudah pasti: Indonesia punya nama baru yang layak diperhitungkan di panggung dunia.