Kemenag: Pencabulan 50 Santri di Pati Itu Wajar, Nafsu Manusiawi
Beredar video di Facebook yang menarasikan Kementerian Agama Republik Indonesia menganggap kasus pencabulan terhadap puluhan santri di Pati sebagai hal “wajar” dan hanya disebut sebagai nafsu manusiawi. Narasi tersebut dibuat seolah-olah pemerintah membenarkan tindakan kekerasan seksual dan tidak menganggapnya sebagai kejahatan serius. Konten ini kemudian memicu kemarahan serta reaksi negatif dari warganet di media sosial.
Faktanya, tidak ada pernyataan resmi dari Kementerian Agama Republik Indonesia yang menyebut pencabulan terhadap santri adalah hal wajar. Nasaruddin Umar justru menegaskan bahwa Kemenag tidak mentolerir segala bentuk kekerasan seksual, baik verbal maupun fisik. Kemenag juga disebut terus memperkuat regulasi dan pengawasan di lingkungan pendidikan keagamaan untuk mencegah kasus serupa terjadi. Hingga kini tidak ditemukan sumber kredibel yang membenarkan narasi bahwa Kemenag menganggap kasus pencabulan sebagai sesuatu yang manusiawi atau dapat dimaklumi. Konten ini termasuk fabricated content (konten palsu) karena memelintir informasi dan membuat pernyataan yang tidak pernah disampaikan oleh pihak Kemenag.