Tentara Jepang Tiba ke Indonesia untuk Melakukan Misi Propaganda 3A
Sebuah unggahan di Facebook mengklaim kedatangan tentara Jepang ke Indonesia merupakan upaya untuk mengulangi misi propaganda Jepang pada 1942 melalui Gerakan 3A. Unggahan tersebut menampilkan foto kapal tentara Jepang yang disebut tiba di Kalimantan melalui jalur laut dan menyelinap masuk ke Indonesia dengan kedok membantu pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Narasi itu mengaitkan kedatangan Pasukan Bela Diri Jepang dengan slogan propaganda “Jepang Cahaya Asia” dan menimbulkan kesan bahwa bantuan tersebut memiliki tujuan tersembunyi.
Klaim tersebut keliru dan merupakan disinformasi. Kapal Pasukan Bela Diri Jepang (JSDF) memang tiba di pesisir Pantai Karta, Bengkayang, Kalimantan Barat, tetapi kedatangannya bertujuan membantu Indonesia menangani karhutla. Pemerintah Jepang mengirim sekitar 600 personel JSDF serta satu kapal angkut amfibi JS Kunikasi yang membawa tiga helikopter angkut berat tipe CH-47 Chinook untuk mendukung operasi pemadaman. Bantuan tersebut merupakan bagian dari kerja sama pertahanan Indonesia dan Jepang serta diberikan sebagai misi kemanusiaan untuk mengurangi dampak karhutla. Kesimpulannya, kedatangan tentara Jepang ke Indonesia bukan untuk mengulangi propaganda 3A seperti pada 1942, melainkan untuk membantu penanganan karhutla.